Rabu, 29 Oktober 2014

Otak vs Hati

Pernah ga sih ngerasa sebel banget sama diri sendiri karena merasa bahwa diri ini terlalu lemah?
Merasa lemah dengan suatu kondisi ketika kita sebenernya sangat kesal dengan seseorang/keadaan dimana sudah tidak bisa ditoleransi tapi berkali-kali memafkan, kemudian terjadi lagi secara berulang tetapi kita tetap luluh setiap akan mengakhiri semuanya dan mencoba untuk menghindar?

Sebenarnya perasaan seperti itu wajar terjadi. Apalagi kalau kita lebih nyaman apabila semua sudah diselesaikan baik2 dan pada akhirnya baikan lagi, normal lagi dan semua berjalan semestinya. Namun apabila hal2 tersebut sudah terlalu banyak menimbulkan luka di hati, lebih banyak sakitnya dibanding bahagianya, lebih menyesakkan dibanding menyenangkannya, dan lebih membuat kita merasa tidak nyaman dengan diri sendiri bahkan sangat menyita waktu dan pikiran di separuh kehidupan kita PADAHAL seseorang / sesuatu itu sangat tidak pantas untuk diperjuangkan, maka kita harus belajar untuk mengakhiri semuanya. Yaps, we have to move on!

 The very first thing to do ketika kita mau move on adalah we have to deal with our heart.


Karena sebenernya yang paling banyak mempengaruhi sikap dan apa yang akan kita lakukan ya cuma hati. Kalo otak lebih banyak mengedepankan sisi ego, maka hati akan lebih mengedepankan apa yang sebenarnya harus kita lakukan sesuai yang kita rasakan.

Percuma ketika otak kita bilang: Gue akan berusaha cuek, ga peduli sama dia or whatever.
Tapi selama hati kita masih mau bertahan, ya kita bakalan lemah dan gagal untuk move on bahkan memulainya.

Contoh hal yang sering kita alami,
Someday, kita lagi bete banget sama doi. Lalu doi ngepost sesuatu atau ngelakuin hal2 yang bikin kita tambah bete. Maka ego kita pun akan menginstruksikan si otak untuk mulai saat ini berusaha cuek ama si doi. Berusaha bodo amat lah yaa, karena doi pun kayanya ga mikirin kita juga kan. Karena lagi sebel, maka dengan segala daya dan upaya kita berusaha  buat menjaga jarak sama doi dengan cara GA memulai conversation duluan, atau berusaha cuek dan sibuk sendiri, sehingga ga akan terlintas pikiran apapun tentang doi.

Bertentangan dengan si otak, hati kecil kita sebenernya berharap si doi bakalan ngehubungin duluan, mencari-cari atau menanyakan kabar kita. Ketika doi akhirnya bener-bener mau ngehubungin duluan dan terjadilah suatu pertemuan, kita akan merasa lemah dan pasti akan larut lagi terbuai dalam perasaan bahagia berlebihan, like you see the sky full of stars gitu sehingga gagal deh mulai move on!
Tet Tooot!

Sepanjang otak dan hati kita belom sinkron, dan hati masih lemah dan rapuh, maka akan terjadi siklus seperti ini!
WARNING!


---Baikan-Normal-Bete-Cuekin--((LEMAH))--Baikan lagi-Normal--
-----Bete-Cuekin--((LEMAH))---((RAPUH)--((PECAH))-------

 Re: Ulang 1000x LoL

Setelah itu, maka semuanya akan berjalan normal seperti biasa, sampai suatu ketika kita sebel lagi sama doi karena hal2 tertentu, ngerasa bete banget karena dicuekin atau merasa ga dihargai. Si otak yang didominasi oleh ego ini pun berontak dengan melakukan adegan-adegan (sok) ngambek dengan melakukan reaksi2 yang menunjukkan bahwa kita merasa cuek dan menjaga jarak. Tapi si hati masih rapuh dengan tiba-tiba muncul perasaan kangen dan ingin ngobrol bahkan ketemu sama doi. Maka terjadilah siklus seperti di atas.



In the end, sekuat-kuatnya hati bertahan, akan ada suatu fase dimana kita merasa lelah dengan semua yang sudah kita lakukan dan perjuangkan untuk seseorang atau suatu hal yang pada akhirnya kita sadari bahwa dia tidak pantas untuk diperjuangkan.
Pada titik itu, hati sudah tidak bisa diajak bernegosiasi dengan otak yang menyuruh kita untuk menerima keadaan dengan mengulangi siklus baikan dan kembali seperti sedia kala.
Ketika kekesalan memuncak kita akan mengakumulasi semua hal2 yang membuat kita bete dengan seseorang atau suatu hal dari dulu sampe sekarang. Bahkan mungkin kita baru sadar bahwa selama ini doi hanya berbasa-basi untuk baik ama kita bahkan ada kesan memanfaatkan. Merasa bahwa pengorbanan waktu, daya, dan upaya kita untuk membuat dia menyadari akan keberadaan kita pun sia-sia. Bahkan kita baru sadar kalau segala hal yang membuat kita terbang ke awan pun hanya basa basi semata? Pada saat itulah kita merasa sangat kecil dan semakin tak terlihat di mata dia, kalau bahasa keren nya sih "Da Aku Mah Apa Atuh??"
Pada saat itu bersiaplah untuk jatuh ke dasar jurang membuat suatu keputusan bahwa ini adalah suatu titik lelah pertahanan hati untuk melawan ego.

Pada titik inilah ketika otak, ego, dan hati sudah sinkron, maka akan proses move on pun akan mulai dengan sendirinya.

Perlahan kita akan lebih kuat untuk menjaga jarak dan tidak melakukan komunikasi dengan doi, sampe pada akhirnya segala hal dan pikiran tentang doi akan hilang sendirinya dari benak kita. Tidak akan bisa cepat memang, namun perlahan tapi pasti kita akan menuju proses untuk menggantikan seseorang atau sesuatu yang sudah tidak pantas untuk diperjuangkan lagi. Tidak dipungkiri bahwa suatu ketika kita sudah move on, lalu tiba2 teringat dan merasa sangat kangen dengan orang atau hal yang dulu menyita sebagian besar porsi kehidupan kita, itu adalah hal yang wajar. Tinggal sejauh mana kita bisa mengontrol diri untuk ga tenggelam dalam masa lalu, dan belajar menerima dan melihat cerah ke masa depan. #hasek.

So, ayo kita belajar mengkompakkan hati dan otak, belajar lebih peka terhadap keadaan hati dibangingkan dengan mengikuti ego semata. Let's deal with our hearts. Tanyakan diri kita apakah seseorang/sesuatu tersebut sudah pantas untuk diperjuangkan.

Kalau tidak?? Let's Move On!


:)


Senin, 13 Oktober 2014

20 Facts About Me



Sudah terlalu mainstream sih, tapi yaa lemme do it lah.
(Karena di Instagram ga muat, jadi mari kita share di blog saja) :D
Check it out! 

Been tagged by @dinnahusein @ipeehauuum @tusitusitusi on Instagram, now it's my turn #20factsaboutme:

1. Aries, Generasi 90-an. Anak pertama, cucu pertama, buyut pertama, dan sedang 
   dikejar2 dengan pertanyaan : "kapan nikah?" *pura2 pingsan*
2. Lagi single! Open recruitment buat pria2 sholeh yang siap berumah tangga. ( plis ini  
   dibajak bukan gue yg nulis) T.T
3. Almost never serious always too serious, too deep, too shallow, too sensitive, too 
   cold-hearted.
4. Kalau lagi foto suka ga pake kacamata, terus ga pernah keliatan giginya. Hehe
5. Terlalu gampang untuk suka sama orang, kadang suka heboh kalau ada cowo ganteng. 
    Suka ke-GR-an dan menganggapi hal2 yg sepele jadi sesuatu yg sangat berarti kalau   
    dlm urusan ini #IYKWIM
6. Suka gaenakan, susah buat bilang engga, lidah kelu kalo udh dihadapkan sama 
    permintaan dari orang2 yg disayang, terlalu banyak berkorban, meskipun kadang buat 
    sesuatu yg ga pantas untuk diperjuangkan #EA
7. Overthingking, khawatir berlebihan, labil, dan terlalu sering menghabiskan waktu buat 
    menggalau. Pfft.
8. Pasti nangis kalo kacamata nya pecah atau patah. Because I'm nothing without my 
    glasses :(
9. Terlalu care dan peduli banget sama perubahan sikap, masalah, dan kehidupan orang
    lain, sampe kepikiran. Sometimes pengen bgt jadi orang yang bisa "bodo amat" sama
    apapun, tapi gabisa :(
10. I'm a good listener, trust me it works ;)
11. Suka karaokean, kulineran, apalagi kalo ditraktir :D
12. Males banget jalan kaki, sama olahraga. Pun deket doang, mending nunggu lama
     (naek shuttle, omprengan, nunggu tebengan, atau naek apapun) yan penting ga jalan
     kaki :(
13. Kalo udah kepo, harus cari tau banget sampe nemu jawabannya. Kepo kan harus
      totalitas, ga boleh setengah setengah :D
14. Suka susah move on sama apapun. Biasanya kalo udah suka, terbiasa, dan nyaman
      sama sesuatu bakalan setia dan susah pindah ke lain hati ( pasangan, tempat curhat,   
      sahabat, pekerjaan, makanan, barang, dll)
15.  Ga bisa banget kalo : ga pake jam tangan, ga ada sinyal buat update (socmed ga 
       jalan), weekend di rumah aja.
16. Masih sering kangen dan inget jaman2 sama MRGN dan groupnya dulu. Terlalu indah
      untuk dilupakan, terlalu pahit untuk diingat, terlalu sulit untuk diabaikan, terlalu lucu
      ketika tersadar perjuangan yg sudah dilakukan saat2 itu. Sungguh terlalu! :|
17. Penggila kulit ayam, kuning telor, all about durian, vanila, and everything creamy2.
18. Ga suka sayuran,  greentea, dan apapun yang rasanya asem dan pedes. 
19. Lebih pilih pake jilbab warna gelap, ga pede kalo pake yang warna terang. Gitu.
20. Masih suka norak dan excited banget kalo ketemu artis2 ganteng meskipun udh kerja
      di tipi. Masih tetep pengen foto sama aktor2 ganteng Indonesia yang blm kesampaian
      sih (daftar nya ada di list) :p

Let's make yours, and make socmed people know your facts! :))


Senin, 23 Juni 2014

My Passion on the TV Station

I never imagine that finally I work at the TV station.

Dunia pertelevisian memang sudah saya incar sejak kuliah. Ketika saya main-main ke beberapa stasiun tv di Jakarta, entah kenapa rasanya seneeng aja gitu. Di sana sering terjadi banyak keseruan dan tentunya bertemu dengan banyak wajah2 yang sering kita lihat di layar kaca berkeliaran. Selain itu saya selalu kagum kalau liat orang-orang yang kerja di TV. Mereka berjalan dengan gagah dan bangga menggunakan seragam dari stasiun TV tempat mereka bekerja. Menggunakan ID card dan terlihat sangat elegan.

Dan suatu ketika dalam sebuah lamunan, saat menjadi mahasiswa tingkat akhir yang disibukkan dengan mencari tempat magang,saya pun berangan-angan:

Ingin rasanya kerja di TV pake seragam keren dan ID card. Terus tiap hari bisa ketemu artis. HAHA! You know lah.. Saya emang selalu suka untuk diajakin ke acara-acara yang bertaburan bintang. Dengan segala macam penampilan yang menyegarkan mata dan membuat orang lain terpana. Entah mengapa segala macam keriuhan acara dan berseliwerannya bintang-bintang itu semacam menjadi mood booster buat saya. Seneeng aja gitu rasanya. :))

Mulailah saat itu saya submit laporan magang ke beberapa stasiun tv kece di Jakarta. Berbulan-bulan menunggu tak satupun email saya yang mendapat follow up dari beberapa stasiun tv tersebut. Mungkin karena basic saya adalah accounting yang hanya bisa ditempatkan untuk membantu karyawan di bidang serupa, sedangkan saya harus bersaing dengan ribuan orang yang lebih dibutuhkan untuk membantu program/ acara tertentu dari stasiun tv yang ada.

Saya pun putus asa. Impian untuk magang di salah satu stasiun tv pun terpaksa harus dilupakan. Dan akhirnya saya menjalani magang sebagai auditor selama 2 bulan.

Dalam menjalani magang sebagai auditor, saya tidak bisa bertahan lama, karena memang saya merasa tidak enjoy dengan pekerjaan itu. Mencari kesalahan dari laporan keuangan dan mengaudit itu bukan saya banget. I didn't found my passion there. Pengalaman magang menjadi auditor itupun membuat saya bertekad bahwa tidak akan bekerja sebagai auditor kelak.

Setelah lulus kuliah, saya pun kembali mengejar mimpi saya yang tertunda. Saya ingin bekerja sebagai accountant atau financial- nya salah atu stasiun tv bergengsi di Jakarta. Banyak yang berpendapat kalau kerja di TV itu susah masuknya, yang ngelamar aja ribuan, gajinya juga ga seberapa. Segala pendapat yang meremehkan keinginan saya untuk kerja di TV tersebut tak merubah tekad saya untuk mencoba menembus salah satu stasiun televisi bergengsi nasional.

Setelah mengirim CV ke beberapa stasiun TV dan juga perusahaan besar lain, menunggu beberapa lama, mengikuti proses seleksi dan sempat digantungkan berbulan-bulan, bahkan sempat putus asa untuk bisa bekerja di salah satu stasiun tv sehingga akhirnya terpaksa menerima pekerjaan dari salah satu perusahaan otomotif di Jakarta untuk mengatasi unemployment dan kegalauan mencari pekerjaan (padahal saat itu saya masih melakukan assessment di salah satu tv impian saya tapi belum dipanggil2 lagi :))


12 Agustus 2013
Salah satu hari bahagia bagi saya karena pada saat itu adalah hari pertama masuk kerja sebagai seorang accountant di departemen finance salah satu stasiun tv bergengsi di Jakarta.
Dan yang paling ga terdeskripsikan rasanya adalah (maaf sedikit lebay :p)--> dulu saya yang hanya bisa kagum dan memandangi para karyawan stasiun TV yang sangat terlihat keren dengan seragam dan ID cardnya, kini saya melihat sosok itu di depan cermin! Saya dengan bangga menggunakan seragam hitam-hitam dengan badge stasiun tv tempat saya bekerja dan ID card yang menempel di saku kiri kemeja saya. Aaaaaaa! I can't even describe my feeling at that time. Seneng banget! :))


And now, here I am!
Enjoying my work at the TV Station so much.



Lingkungan kerja yang sangat menyenangkan, pekerjaan yang tak pernah membosankan (untuk saat ini), dan partner kerja yang seru membuat saya tambah enjoy dengan pekerjaan saya.

Kalau boleh saya kasi bocoran ni yaa:
Kerja di TV itu seru! Seru bangeeet! Entahlah. Pagi2 aja udah ngeliat wajah artis ganteng, ada di loby, eh lagi jalan2 ketemu lagi sama artis ganteng. Gimana ga seneng terus bawaannya?? HAHA :))
Apalagi job-desc saya kebanyakan adalah menginput jurnal invoice talent. Jadi yaa, kita bisa tau berapa besar bayaran mereka untuk setiap acara. Seruu kan?! :))

Terus kalau kerja di TV itu banyak plusplusnya. Kalau target sales tercapai, ada plus2 nya. Kalau ada program yang mencapai target rating yang bagus, semua karyawan kecipratan juga hasilnya. Belum kalau target collection bisa tercapai. Dapet tambahan lagi! Jadi untuk masalah gaji yang katanya ga seberapa itu menurut saya sih alhamdulillah ga sepenuhnya benar ;D

Jadi ga heran kalau banyak karyawan di stasiun TV sangat bangga dengan program dan tayangan yang mereka siarkan. Semua tidak akan malu untuk mem-booming kan program2 nya. Apalagi kalau program tayangan kita lagi ngehits dan booming di pasaran seperti saat ini, sedang musim "drama India" dan World Cup jangan heran kalau mereka akan selalu mendengung2 kan program2nya. So, pardon me if I floaded your timeline with this kind of things :))

But the point is,
Meskipun gaji ga seberapa, tapi kalau kita bekerja sesuai dengan passion kita, semua akan terasa lebih ringan dan menyenangkan! I love the working environment in my TV station as well. I love my partner and team. Jadi kalau kerja itu rasanya selalu seneng
Kalo lagi periode closing aja semua jadi dibawa enjoy. I tell you that the hardest part to be an accountant itu ya kalo lagi pas closing day! Mumet mumet deh. :D Tapi ya kalau partner nya bisa kerjasama dengan baik, dan lingkungannya mendukung ya kita tetep serius tapi santai. That's why I love my job so much.

So, Follow your passion and success will follow you! :)



Kamis, 03 April 2014

a Piece from 23rd Birthday

27 March 2014

Yes, I'm officially 23rd.

Setahun berasa cepet banget. Sungguh.
Tahun ini, I feel so blessed dengan kehadiran teman2, sahabat, dan orang2 tesayang. Bahkan mereka tau banget kalo gue pengen tiup lilin! Simple but it means a lot for me :)

1. Tepat tgl 27 Maret 2014, jam 12 malem, temen kosan, sekaligus partner galau (yang-konon-sekarang kegalauannya-sudah-berakhir) gedor2 pintu sekaligus bawain kue. Yay, my first "tiup lilin moment" sukses dilakukan oleh sahabat gue satu itu. Thanks to Kartika Nindya Putri :* You know me so well. PS: (Doain kegalauan gue segera berakhir juga dong :p)

2. Di kantor sebenernya nothing special, cuma tradisi traktiran ultah nya cukup terkenang sih. Makan siang bareng di warung soto-bawah-pohon-yang-ga-pake-atap-dan-cuma-pake-kursi-bakso-doang-tanpa-meja-dengan konvoi motor bareng geng gengges finance! Ahahaa kapan lagi coba konvoi motor panas2an dan makan sederhana di bawah pohon? :p Thanks to geng gengges Finance :*

3. Udah sampe kosan sambil ngeluh2 babu: "okey keriaan ulang tahun sudah berakhir sampai disini. Gini aja nih? beneran? flat banget yak?"
Dan tiba2 saat gue lagi makan, merenung dan meratapi kesendirian di kamar kosan (ceileh sedih bet), tiba2 ada yang gedor2 pintu. Gue langsung nyamber jilbab dan buka pintu dan ternyataaaaaaaaaaaa
2 Butir kakak gue bawa kue ultah! "aaaaaaaaaaaaa"! Ga nyangka sama sekali, surprise banget! Gimana ceritanya orang Jogja sama Tangeerang ini bisa tiba2 di depan pintu kosan ??! :"D *terharu*
Then I'm doing my second "tiup lilin moment" with them. Kakak2 gue 2 biji ini bahkan sudah merencanakan skenario sedemikian rupa sehingga gue bener2 ga nyangka mereka dateng bawa kue! HUHUHU :"(
Thanks to: Ka Aras dan ka Ayu yaa :3



4. Ga lama setelah itu datenglah si new kostmate gue, kaka Desni, sendiri nyanyi2 sambil bawa kue ultah gedor2 pintu kosan. Oh meeennn terlalu banyak ke-sweet an orang2 hari ini......... "the third tiup lilin moment" gue jadi lebih khidmat lagi. Doi juga bawain hadiah yang seolah tau banget apa yang gue butuhin. huhu Thankyou kaka Desni :")



5. Udah lewat hari ulang tahun, saatnya Sabtu kumpul sama anak2 gengstrong. Dan ternyata dikasi kejutan lagi dengan datengnya Dinda dari Tangerang dan Tusi dari Bandung. Setelah dibuat kesel banget2 dan udah hampir bete (dan ternyata ini adalah bagian dari skenario) Mereka muncul dengan bawa kue, membiarkan gue larut dalam "the fourth tiup lilin moment" yang mengharu biru. Bener2 gabisa diungkapin untuk yang ini!!: shock, ga nyangka, terharu! huhu I feel so happy :')



Ketika gue merasa sepi, jauh dari keluarga, and feel that I am so lonely in this crowded place, ketika itulah, gue disadarkan dengan kehadiran sahabat2 dan teman2 tersayang. Bahwa begitu banyaknya orang-orang yang akan selalu ada dan sayang dengan gue. I feel that moment deeply. I feel so blessed :')

Dari sekian banyak doa dan harapan yang dipanjatkan, selalu terselip harapan:

1. Tambah Dewasa
    Well, di usia saat ini gue sendiri menyadari bahwa masih belum cukup dewasa dalam menjalani  hidup. Kadang masih suka galau2 ga jelas, berperilaku dan bertingkah kaya anak kecil, berekspresi yang berlebihan dalam mengungkapkan sesuatu. Too much worrying, too much blame, too much guilt, too much fear, too much comparing and too much judgements. Disini bisa disimpulkan kalau gue itu masih "too much" alias lebay. Kalo kata temen kantor ni ye: " Lo tu ngeliat cowo ganteng dikit aja lebay norak. Kaya anak muda aja" (lah, tapi kan emang masi anak muda keleus).

So, di umur yang udah hampir seperempat abad ini, the very first thing to change in my life are : Sikap ke-"childish"an gue yang biasanya bikin orang lain jadi illfeel. It's really hard you know, mengubah sikap yg udah jadi sifat bawaan. Tapi ya, let me try hard to fixed it all. Pasti bisa lah ya, menjadi dewasa dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada, belajar dari setiap pengalaman dan kisah hidup. Kisah novel juga boleh, biar bisa jadi cewek though idaman yang ada di novel2  :)

2. Cepet Dapet Jodoh

Hmm, do'a yang sangat sederhana dan hampir diucapkan oleh semua sahabat2 terdekat yang memahami benar kegalauan dan keresahan hati ini. Haha :p
Maklum, usia2 saat ini sangat rentan terhadap yang namanya "pendamping". Galaunya bukan lagi mikirin pacar, tapi menantikan calon suami yang akan mendampingi hidup kita kelak. Mencari pemilik tulang rusuk yang akan menjadi imam buat gue dan keluarga gue nanti (weiitts berat ya bahasanya). Ya, I am on my way looking on the right one :) Saat ini gue masi proses belajar untuk selalu memperbaiki diri, memantaskan diri, dan banyak belajar mempersiapkan masa depan. Jadi yaa mohon doanya, semoga segala kegalauan panjang ini segera berakhir dengan indah dan sesuai target ;)




I know that we don't need to rush because something greats will happen in the right time, with the best person and the best reason :)

So, thank you for the time, wishes, gifts, and birthday memories.
Welcome to better 23 rd! :)

 

Selasa, 25 Februari 2014

Sebuah Penantian

Apa kabar jodohku? Baik-baik saja kan?? Berat rasanya kantung mataku tertutup. Bagaimana dengan kamu? Apa kamu slalu terbangun di sepertiga malam terakhir? Dan apakah mulutmu trs menerus berdzikir dimalam itu?

Jujur aku rindu kamu….jodohku…,,
Tapi saat ini blm saatnya untuk kita bertemu, bukannya aku tak mau..,atau aku tak rindu. Tapi memang karna perjalanan kita masih panjang. Dan masih banyak kewajiban yg harus kita penuhi sayang..,,Terkadang aku berfikir…apa nanti saat subuh tiba kau akan membangunkanku??Mengajakku bertafakur dan bersujud kepada-Nya??




Berat hati ini menantimu, gelisah pula hati ini memikirkanmu. Apa kau slalu hiasi langkahmu dengan kebaikan-kebaikan? Dan apakah nanti saat Dzuhur tiba..
kau akan meninggalkan kesibukanmu sementara, untuk menghadap-Nya?

Jodohku…sehatkah kamu?
Kalau saja aku berada disampingmu saat ini, mungkin aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang.,

Jodohku sabar dan tenanglah…
aku disini masih bersabar menantimu,Hatimu tak sedang terluka kan? tersenyumlah… karna aku yakin kebahagiaan akan slalu menyertai kita,Jikalau detik ini hatimu sedang terluka, ambil air wudlulah… dan mendekatlah kepada-Nya.,Tapi disini ak berharap kau baik-baik saja..,
Hmm….
waktu ini memang terasa lama buadku.,tapi ak yakin takkan lama lagi kau akan hadir menyapaku dan mengajakku untuk melakukan shalat fardhu.
Dan sering pula kau akan menyanyakan.. ” Sudah shalatkah kau sayang?”

Jodohku…aku rindu..,
Kapan kita bertemu? Begitu banyak hal yg ingin ku ceritakan kepadamu. Begitu banyak pula harapanku untuk menantikan nasihat2mu. Hati ini kosong…dan hati ini tak sabar menanti kehadiranmu yg kan membalut dan menyembuhkan luka dihatiku.

Jodohku…
apa kau jg rindu padaku? Bagaimana dengan Qur’an mu? Sudahkah kau baca diantara maghrib dan isya’? Apa yg kau pahami dari surah itu? Ceritakanlah kepadaku….Aku siap mendengarkan., dan begitu jg dengan keluh kesahmu,aku siap berbagi sayang…
Perubahan apa yg kau lakukan dari hari ke hari sayang? semakin membaikah? Tak kau sentuh kan hal-hal yg dilarang agama?
Aku berharap seperti itu…Jodohku….
disetiap langkahku dan seusai shalatku..
ku titipkan AL -Fatihah untukmu,agar kau slalu berada dijalan-Nya..
Sabar ya sayang, waktu-waktu ini bukanlah waktu yg lama..
Jangan sampai kau salah jalan sayang.,Salam rindu pula untuk orang tuamu, baik-baikah mrk?Masihkah kau jaga mereka dg kasih sayangmu?Dan sudahkah kau bersyukur??

Sayang…
nantilah aku, dgn berbagai kebaikan yg nantinya akan membawa Rahmat untuk kita, Jagalah dirimu dari hal-hal yang dilarang agama. Karna aku mencintaimu secara tulus…

Jodohku…
bersiaplah kau untuk mencintaiku scara tulus dan mau menerima segala kekuranganku…dan membenarkanku dikala ak salah.Sayang… berusahalah! Kita pasti akan sukses! Bahagiakan orang tuamu…dengan menjaga sikapmu dan tuturkatamu..
Aku yakin kau adalah orang yang sabar, orang yang cakap untuk memimpin kelak.
Jgn pernah merasa sepi..
karna aku disini masih setia menantimu, dan disini aku masih setia menjaga kehormatanku.
Sayang…
kalau siang sudah berlalu..pejamkan matamu dg buaian do’a, begitu juga ucap do’a dariku selalu menyertaimu…
Smoga ALLAH selalu menjadikan kita dijalan yang benar. AMin…

Jodohku…
Tak terasa pena ini telah banyak ku goreskan diatas kertas putih ini, yg memang benar ini adalah tanda kerinduanku kepadamu.,
Ingatlah sayang…
aku slalu ada untukmu…
Untuk itu jgn pernah kau merasa sendiri atau sepi..
Hmm…semoga kerinduanku ini akan terjawab,seiring berjalannya waktu.
Salam hormatku dan sayangku untukmu……



Re-Post from: http://tempatdakwah.wordpress.com/2012/07/24/penantian-menanti-jodoh-2/

Kamis, 20 Februari 2014

Let's Close the-Old-and-Not worth it-Things

Dear my sweetie blog...

Udah beberapa lama semenjak kejadian itu gue jadi rada males buat buka blog ini. Gimana engga? Ketika kebebasan menulis dan berpendapat lo mendapat ancaman dari pihak-pihak yang menanggapi suatu tulisan yang berisi opini dengan sisi negatif.

Ketika niat baik untuk memberikan masukan positif kepada seseorang malah berbalik mengancam mau nuntut lewat jalur hukum?
Padahal selama ini dalam keadaan apapun gue selalu berusaha membela dengan segala cara. Ketika seluruh opini publik yang ditujukan padanya menjurus negatif, gue berusaha membuat tulisan yang sedikit banyak mengubah pola pikir orang2 yang menjadi tahu bahwa dia punya alasan atas segala keputusan yang sudah dipertimbangkan dengan baik sehingga jalan ini adalah pilihan yang tepat.

Tapi ketika gue merasa sedikit kecewa atas tingkah lakunya yang membuat gue menuliskan suatu opini yang gue harap bisa membantu untuk memperbaiki diri dan memberi kritik yang membangun terhadap karier selanjutnya, malah gue mau dituntut?

Piye perasaanmu??

Tapi ya begitulah.. Dunia memang kejam. Haha

Biar saja itu cukup menjadi pelajaran yang sangat berharga buat gue.

Well, mungkin itu salah satu cara Allah untuk menyadarkan gue bahwa masih banyak hal lain yang perlu dipikirkan daripada hanya mengurusi kehidupan orang lain. Tapi yaa sekarang gue malah bersyukur karena memang sudah bisa lebih fokus untuk kehidupan pribadi tanpa harus mengurus suatu hal yang ga penting dan ga worth it buat diurus (lagi) haha :p Memang ada lah masa-masa sakit hati, marah, dan kecewa yang berlebih. Tapi ya biarlah, udah berlalu juga. Quotes ini yang selalu bikin gue semangat lagi ketika lagi inget saat2 perjuangan dulu:
Ketika kebaikan kamu dilupakan orang, ikhlaskan. Energi alam akan meng-convert kebaikan yang lebih baik untuk kamu.
Bukan berarti ingin kebaikan kita diingat terus lho yaa. Kita pasti melakukan sesuatu dengan ikhlas bukan? Tapi yaaa gitulah rasanya kalau kebaikan kita dilupakan orang. You know what I feel lah yaa.... hahaha

Ya mulai saat itu juga gue ga mau lagi ngurus hal-hal yang menyangkut dengan seseorang-yang-sepertinya-memang-sudah-tidak-membutuhkan-bantuan-dari-orang-sekitarnya. Jadi mohon maaf apabila ada pembahasan atau pertanyaan mengenai yang bersangkutan saya rada males (bukan rada males sih tapi emang males banget) buat bahasnya. Udah cukup aja gitu rasanya selama ini perjuangan yang udah dilakuin dibales dengan hal kaya gitu.

Ngerti dong ya gimana perasaan gue dan sakitnya gue saat itu.. Haha

Jadi yaaa, mari kita tutup buku yang lama dan buka lembaran baruu lagi... Mulai menulis lagi, berekspresi lagi, berpendapat lagi. Bukankah kebebasan berpendapat juga tertulis dalam undang-undang?

So, welcome back my sweetie blog readers! LoL






Kamis, 03 Oktober 2013

Renungan Bersama untuk Kita...

Pagi ini...

Dia memenuhi janjinya untuk memberikan keterangan di depan publik. Dengan kemeja lengan panjang kotak2, dipadukan celana jeans casual, dia tampak rapi. Ehm, tepatnya, dia selalu rapi, sederhana, dan apa adanya. Sosok yang dinantikan sebagian besar orang itu memberikan sapaan hangatnya kepada media. 
Tidak banyak yang berubah darinya. Hanya rambut yang semakin melebat.
Meskipun selalu berusaha memancarkan senyum keceriaan, namun sorot matanya tak bisa berbohong. Ia merasakan sedikit ketegangan itu. Sepercik gurat kecemasan tampak jelas di wajah tampannya.

Dimulai dengan helaan nafas dia pun membacakan surat pernyataan yang pasti sudah dia persiapkan sebelumnya. Ya, dia memang sosok yang matang dan penuh persiapan. Saya bisa merasakan gemuruh hatinya yang bergejolak saat itu, sorot mata tulusnya penuh dengan kesedihan, ketika dia terbata mengungkapkan kata permaafan kepada teman-teman, yang selama ini sudah mensupportnya di group yang membesarkan namanya. Tak dipungkiri memang, sedih. Dia juga sangat tau berapa banyak airmata yang sudah dikeluarkan oleh kalian yang merasa terpukul dan kecewa atas keputusan ini. Melepaskan lingkungan yang telah membesarkan namanya bukanlah suatu hal yang mudah. Dia tau itu. Dia sadar betul atas apa yang terjadi..

Dia selalu berkata bahwa "wouldn't be here today without you guys".. Dia sadar benar semangat dan satu alasan terbesar dia bertahan sampai saat ini sehingga selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada orang2 yang selalu mendukungnya, kita, kalian... Bahkan ketika dia mulai merasakan ketidaknyamanan dalam menjalankan pekerjaannya saat itu, dia tetap bertahan, sampai akhirnya bisa menyelesaikan dengan baik kewajiban album kedua dan segala kontribusi akan award yang telah diraih dalam groupnya. Dia telah menuntaskan semuanya dengan baik. Sangat baik.

4 bulan waktu yang dirasa cukup untuk mempertimbangkan ini semua sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk mengambil langkah sendiri, yang pastinya adalah yang terbaik. Dan tepat hari ini dia memenuhi janjinya memberikan pernyataan ke media, atas semua keputusan yang diambil. Bahkan dengan tulus dia sudah menyatakan permohonan maaf kepada berbagai pihak yang merasa terkecewakan atas kejadian ini. Semua sudah dilakukan dengan sangat baik dan sesuai kapasitasnya.

Tak banyak yang diutarakan dalam konferensi pers kali itu, semuanya tak jauh berbeda dengan yang sudah saya tuliskan di postingan blog sebelumnya. Dia ingin fokus dalam mengembangkan potensi dan bakatnya di dunia akting. Ya, itulah passion-nya saat ini. Bahkan dia rela shooting dari pagi-malam untuk memberikan inovasi yang terbaik bagi penggemar yang selalu setia mendukungnya.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa ga tetap sama groupnya yang lama? kan mereka juga main film?
Gini, kalau menurut pendapat saya pribadi, dia ingin mengembangan karakter secara individu, dan ini  menuntutnya untuk mengambil pekerjaan yang dapat menempatkan dia secara individu juga, sehingga porsi-nya dalam suatu peran juga lebih besar. Dengan begitu dia lebih bisa belajar untuk menggali lebih dalam bakat yang dia punya di dunia akting.
Sedangkan kalau masih dalam suatu group, maka porsi dia di film juga pasti akan dibagi rata dengan yang lain sehingga mungkin dia merasa kurang dapat menemukan jati diri sesungguhnya dan mengembangkan bakat serta karakter individunya.

Yah, pada dasarnya pro kontra dalam setiap keputusan itu pasti ada. Seberapa besar kita selalu berusaha untuk berbuat baik, pasti akan selalu ada kata-kata orang lain yang negatif tentang kita. Inilah hidup. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya, dan terus berusaha memberikan yang terbaik.

Dan satu hal lagi, dia bukan tipe orang yang suka bermanis manis serta mengungkapkan sesuatunya di dunia maya. Dia akan lebih menunjukan sesuatu dengan tulus di dunia nyata. Terbukti dari sorot mata ketika dia muncul untuk memberikan pernyataan di media hari ini. Dia mengungkapkan semuanya dengan amat tulus.
Twitter, saat ini mungkin memang menjadi media untuk bisa berhubungan langsung dengan teman-temannya yang selalu mendukung. Namun belakangan ini, sangat jarang terlihat dia menggunakan media itu untuk berkomunikasi dengan teman-teman penyemangatnya lagi.
Rindu? Pasti. Dia pun merasakan hal yang sama. Percayalah, suatu saat pasti dia akan kembali menyapa kita semua dengan sapaan hangat ciri khasnya yang selalu kita rindukan, ini hanya masalah keterbatasan waktu saja. :')

Bayangkan, dia shooting dari pagi-malam demi memberikan yang terbaik untuk kita, namun ketika melihat mention yang masuk, yang banyak terbaca adalah bully-an dan pendapat miring tentangnya. Apakah kalian bisa merasakan, jika kalian jadi dia???

Sedih? kecewa? itu pasti. Tapi dia tetapi ikhlas menerima itu semua sebagai konsekuensi atas keputusan yang dia ambil. Dia sadar akan konsekuensi itu bahwa pasti akan banyak kontra ketika dia memulai mengambil langkah yang baru.
Tapi apakah dia marah? apakah dia menyalahkan keadaan??
Tidak.
Dia tetap ikhlas dan bekerja dengan sepenuh hati memberikan yang terbaik dan sungguh sungguh agar tetap dapat memberikan suatu karya yang dapat dinikmati oleh semua dan menjadi seorang entertainer yang sesungguhnya.

Got the point? ;)

So, mari kita sama sama belajar.. Jangan hanya menyikapi suatu masalah dari sudut pandang negatif saja, tapi coba memposisikan apabila kita menjadi dia saat ini, apakah yang kita rasakan dan kita butuhkan dalam masa-masa sulit ini?

Masa-masa ini adalah masa yang sulit baginya. Masa transisi dimana ia mulai bangkit lagi membangun kariernya secara individu. Dimana semangat, support, dan doa yang tulus dari kita semua, teman-teman penyemangatnya lah yang sangat ia butuhkan dan menjadikan kekuatan untuk saat ini. Dan saya, kami, kalian yang masih dengan setia memberikan dedikasi dan dukungan untuknya sepenuh hati pasti bisa memahami masa transisi ini dengan baik. Mampu lebih bijak dan sabar dalam menyikapi suatu hal, dan tak akan pernah menyudutkan dan menyalahkan keadaan atas apa yang terjadi.

Terimakasih untuk teman2 yang sudah menyempatkan untuk membaca, dan terimakasih kepada yang sudah bisa menerima dengan ikhlas dan memahami keputusan nya serta memberikan support yang tiada henti sampai detik ini :')

Yang sudah biarlah sudah. Keep forward and Never looking back.
Let's support him as who is he now. It'll means a lot :)

xoxo :')


@yosapradisti





Selasa, 01 Oktober 2013

Surat Kecil dan Singkat untuk Kalian...

Dear all,

Tidak akan banyak yang saya tuliskan, namun cukup beberapa kata yang mungkin mewakilkan. Surat kecil dan singkat ini, untuk kalian ;)


Saya akan menjelaskan beberapa hal terkait satu hal, sebelumnya mohon maaf kalau saya ga bisa jelaskan beberapa hal yg memang bukan kapasitas saya untuk menjelaskan, karena nanti suatu saat, yang bersangkutan pasti akan klarifikasi sendiri ke media :)

Sebelumnya perlu diketahui beberapa sifat dasar Morgan yang saya ketaui:

1. Dia orangnya gasuka basa basi, di dunia maya. Tapi ketika di dunia nyata, dia akan menunjukkan betapa tulusnya dia dan ga pernah membedakan orang2 yg sayang sama dia. Kalian boleh buktiin itu ke beberapa temen2 Morganous :")

2. Ketika dia sudah punya keputusan, gaada yang bisa mencegah atau menghalanginya. Karena setiap dia ambil keputusan, dia sudah tau konsekuensinya dan pasti itulah yg terbaik menurut dia.

Mungkin itu sih yang mendasar terkait hal ini.


Gini, terkadang ketika kita menjalankan suatu rutinitas dalam hidup, ada satu rasa bosan akan rutinitas itu. Apalagi jika mungkin ga sesuai dengan passion kita, atau mungkin lagi kita ga bisa berkembang di posisi itu. Di saat itulah kita sebagai manusia harus keluar dari posisi nyaman kita saat ini, untuk mencari apa yang terbaik buat kita.

He ever said in our little discussion : "Sometimes we must out from our comfort zone, looking whats best for us"


Saya sangat paham dengan semua yang teman2 alami sampai saat ini. Menangis, kecewa, itu hal yang wajar. Tapi ga wajar kalau sampai terus2an. Life must go on. Morgan sudah memilih jalan hidupnya. dia Ingin mengembangkan kariernya dan menggali lebih dalam potensi yang dia punya. Kenapa harus keluar dari SM*SH? Karena di SM*SH dia kurang bisa mengasah kemampuan lebih dalam secara personal. Sebetulnya itu hal yang wajar terjadi di dunia entertain. Morgan sudah melakukan semua tugas dia selama ini dengan sangat baik dan berkontribusi besar terhadap keberhasilan SM*SH sendiri. Dia sudah menuntaskan dgn baik kerjasama dengan SM*SH sampai album keduanya, dan menurutnya mungkin ini saat yang tepat untuk kembali meraih mimpi2nya dan mengembangkan karakternya.

Itu salah satu hal yang harus kita hargai atas keputusan Morgan. Dan sebagai pendukung setianya, sudah sewajarnya kita menyikapi suatu masalah, jangan dari satu sudut pandang saja.


Kita gatau kan gimana mungkin seorang Morgan sudah mulai lelah dengan rutinitas nya di tmpat yang lama dan dia tidak bisa lagi merasakan nyaman ketika bekerja dengan lingkungan yang lama? Dengan begitu dia ga akan bisa maksimal kalau semuanya diteruskan. Pasti ada alasan tertentu karena semua Morgan sendiri yang menjalani. Kita sebagai pendukung setianya, hanya bisa support dan doakan yang terbaik untuk karier nya yang baru..


Mungkin beberapa dari teman teman banyak yang menyudutkan Morgan, mengatakan bahwa Morgan jahat dan meninggalkan teman2nya. Stoplah berkata demikian. Kalain sungguh gaada yang tau apa yang terjadi di dalam internal mereka, dan mungkin bukan hak kita untuk tau. Tidak mungkin tidak ada masalah dalam hidup ini, setiap waktu, masalah pasti akan semakin berat, tinggal bagaimana cara kita buat mengatasi masalah ini. Bekerja dengan sekelompok orang itu memang memunculkan tekanan dan masalahnya dan lebih besar dibandingkan dengan bekerja sendiri. Dan Morgan sudah memilih untuk sendiri untuk mengatasi tekanan hidupnya ini.


SM*SH sendiri sudah ikhlas dan keep on going menghibur Smashblast dengan formasi nya yang kini 6 orang. Kalau mereka bisa mendoakan dan mensupport Morgan atas keputusan dan kariernya yang baru, kenapa kita justru memojokkan Morgan?

Kalau ada pilihan untuk bahagia, kenapa harus sedih dan kecewa? 

;")


Inilah hidup..

Ga akan ada yang bisa terpuaskan, meskipun kita udah berusaha untuk terus berbuat baik, tapi tetap aja ada yang ga suka, tetep ada yang kecewa dan kontra terhadap kita. Itu wajar.

Yang jelas, kita yang menjalani hidup kita, kita yang paling tau apa yang terbaik buat kita, dan kita juga yang berhak memilih jalan hidup kita.


So, you got the point? :)


Jangan sedih2 lagi yaa...

Everything's gonna be okay.

SM*SH tetap ada dengan formasinya ber 6, begitu juga Morgan dengan kariernya yang baru. Let's support them :)


Suatu saat pasti Morgan akan kasih penjelasan, ketika waktunya sudah tiba dan dirasa tepat olehnya, krn dia adalah seseorang yang penuh kejutan dan mengatur semuanya dengan baik. (Kalian akan tau apa maksud saya ketika semua sudah terjawab) :')


Gitu aja mungkin yang bisa saya tulis skrg ini,bukan maksud untuk menggurui atau sok tau. Tapi marilah bersama sama untuk belajar dewasa. Kita sikapi semua masalah dengan bijak dan positif. 

Terimakasih atas pengertiannya..



Regards,

yosapradisti




NB: Feel free to comment ya :)



Kamis, 12 September 2013

People Come, People Go...

Today, I randomly missing people. One of my best.
I hate missing anyone. It really hurts bad at times. It's like at the point of time in your life you have shared a beautiful time with that person and you know that those days will never return.


No matter how much we don't like to admit it, but a few people can make a big impact in our lives, but then they go away just like that.; a best friend, friends, a lover, an inspiring person, a family member, partner, anyone of them... As much as we may wish it weren't so, the fact said that " People Come and People Go"

Someone that we have loved with all of our hearts, one day can quite literally vanish from our live. Simple circumstances can make can take a bestfriend, people we loved, and our partner go away from our live. never be seen again.

That's sad. But, That's Life.

I just wondering If the people that get away from our lives will come again and doing the same things when we are together in a sweet memories. Will it be?

:""


Kamis, 22 Agustus 2013

Between The Lines

Time to tell me the truth
To burden your mouth for what you say
No pieces of paper in the way
Cause i cant continue pretending to choose
These opposite sides on which we fall
The loving you laters if at all
No right minds could wrong be this many times

My memory is cruel
Im queen of attention to details
Defending intentions if he fails
Until now, he told me her name
It sounded familiar in a way
I could have sworn i'd heard him say it ten thousand times
If only i had been listening

Leave unsaid unspoken
Eyes wide shut unopened
You and me
Always between the lines
Between the lines

I thought i thought i was ready to bleed
That we'd move from the shadows on the wall
And stand in the center of it all
Too late two choices to stay or to leave
Mine was so easy to uncover
He'd already left with the other
So i've learned to listen through silence

Leave unsaid unspoken
Eyes wide shut unopened
You and me be
You and me always be

I tell myself all the words he surely meant to say
I'll talk until the conversation doesn't stay on
Wait for me i'm almost ready
When he meant let go

Leave unsaid unspoken
Eyes wide shut unopened
You and me
Always be
You and me
Always between the lines 

---Sara Bareilles---
 

Senin, 19 Agustus 2013

Don't Judge People by Their Faces

You don't know what is really behind the face.
but when you are familiar and getting closer.
probably you can get the character about the people you know.
Their real faces, their true hearts.
Only judging without a willingness to know more
will mislead your perception.
The more you know, the better you conclude.

:) :) :)

Rabu, 24 Juli 2013

Quote of The Day

The way you get meaning into your life is to devote yourself to loving others, devote yourself to your community around you, and devote yourself to creating something that gives you purpose and meaning. -M. Albom

Jumat, 19 Juli 2013

Metamorfosa Pertahanan


Di suatu sudut ruangan di kantor yg membuat pikiran ini tidak bisa terfokus pada pekerjaan.

Mengeluh lagi?
Sebenernya saya lelah untuk terus mengeluh.
Tapi kali ini, biarkan saya sedikit menumpahkan entah apalah ini namanya.

Semenjak keputusan itu, segalanya terasa berbeda. Seketika gelap. Setitik cahaya yang tadinya selalu menerangi kehampaan ruang, kini redup menjadi bayang bayang. Entah. Mungkin karena sosoknya sudah terlalu terukir dengan jelas di benak ini. Sosok penyemangat dan inspirator entah sampai kapan, perlahan menghilang.

Sekarang tidak akan sama seperti dulu. Kini, tak ada lagi semangat yang membuat saya bertahan dan berdiri tegak di baris proton paling depan.

Keadaan mungkin telah berubah. Namun ternyata semangat kalian masih tetap sama.
Teriakan dan riuh memekikkan namanya masih terus terdengar. Poster dan atribut kebanggan pun masih tetap berkibar. Harapan akan kemunculan kembali sosoknya tak berhenti terpanjatkan.
Meskipun tak jarang tampak banyak gurat kekecewaan. Terlihat peluh kelelahan dan kesedihan. Tersayat hati karena ejekan dan berbagai kata2 yang menyerang " untuk apa datang mendukung sesorang yang tak ada sosoknya di hadapan?"

Sedih, Lelah, Kecewa?
Pasti.
Saya pun turut merasakan.
Apalagi ketika tak lagi bisa melihat, sesosok yang selalu menjadi penyemangat. Rindu bukan?
Mendengar suaranya yang selalu berada pada lirik pertama dengan falset yang membuat merinding simpul syaraf dan indera.
Atau  pun menantikan sapaan ramahnya meskipun lewat dunia maya?

Fase yang amat sulit memang. untuknya, untuk kami, dan untuk kita. Suatu keharusan untuk belajar menerima keadaan. Dari yang tadinya "ada" menjadi "tidak ada". Dari yang tadinya "dengan" menjadi "tanpa".
Berat sungguh.

Saya sadar berapa banyak air mata yang sudah keluar atas kejadian ini. Berapa banyak kepanikan terlontar atas keadaan ini. Berapa banyak kekecewaan yang tercurahkan atas metamorfosa yang terjadi.

Tapi, apakah dia sadar? Apakah dia peduli?

Mungkin dia sadar. Mungkin dia peduli. Namun entah apalah yang membuat dia masih menutup diri. Tak ada yang mengerti. Namun, pasti semua bukan tanpa alasan. Hanya butuh waktu dan kesabaran. Maka semua akan terjawab.

Dan apakah saya harus pergi, ketika banyak orang diluar sana masih menantikan dan bertanya tanya dengan apa yang terjadi?

Saya tak bisa diam. Mungkin terlalu banyak alasan untuk meninggalkan, namun ternyata lebih banyak alasan untuk tetap bertahan. Sekuat kuatnya hati ini, tetaplah ada satu titik dimana kita merasa lemah dan butuh penopang.

Kalianlah alasan saya untuk bertahan.

Kalian yang selalu mengajarkan arti pengorbanan, keikhlasan, dan perjuangan. Kalian yang selalu berkata iya ketika dimintai bantuan. Kalian yang selalu meminta agar tetap mengadakan kegiatan positif meskipun tanpa kehadiran sosok yang dinantikan. Kalian yang tetap bertahan memberikan dukungan di garis terdepan, meskipun mungkin ada yang belum diberi kesempatan secara langsung bertatap dengan sang pujaan. Kalian yang selalu semangat. dimanapun kalian berada.

Tanpa disadari, kalianlah inspirasi dan semangat saya sampai saat ini.

Terimakasih :")




-------xoxo



Rabu, 10 Juli 2013

Marhaban Yaa Ramadhan

10 Juli 2013
1 Ramadhan 1434 H

Time Flies. Entah karena kita terlalu fokus pada masalah duniawi atau karena manajemen waktu kita yang buruk, atau karena hidup kita terlalu sia sia dan ga bermakna belakangan ini?
Entahlah.
Yang jelas waktu berjalan amat sangat cepat. Sepertinya baru kemarin saya merasakan lebaran Idul Fitri bersama keluarga. Tapi sekarang udah puasa lagi..

Ramadhan ke sekian kalinya di kota rantau, jauh dari keluarga.
Sahur sendirian
Buka sendirian
Cari makan sendirian
Taraweh sendirian
SEPI...

But I tried to enjoy this condition. Berusaha bersyukur dengan apa yang ada. Karena kenyataannya ga sebeburuk dan sesepi itu. Masih ada keluarga, sahabat, dan teman-teman yang selalu nemenin gue saat sahur, buka, maupun taraweh. Dan pastinya masih ada Twitter dan Social Media lain yang selalu menjadi temen setia gue! 8-)

So, bersyukurlah kalian yang masih bisa merasakan Ramadhan bersama keluarga di rumah. Sungguh itu adalah nikmat yang tiada duanya.

Ngomong2 apa sih resolusimu buat Ramadhan tahun ini? Kalo gue sih paling engga bisa belajar dan berkomitmen dengan poin-poin ini:

1. Bersyukur. 
Untuk bersyukur gue akan banyak ngeliat ke"bawah", karena kalau gue liat ke atas terus, pasti semuanya bakalan ngerasa selalu kurang. Rumput tetangga selalu lebih hijau, bukan?. Manusiawi memang. Tapi sampai saat ini gue masih terus belajar buat mensyukuri apa yang gue miliki karena GA semua yang gue inginkan bisa didapatkan.
2. Berhenti mengeluh
Sungguh ini amat sangat berat. Terutama buat gue yang tukang ngeluh. Dan mulai saat ini ingin sekali untuk berhenti, atau paling engga mengurangi buat berkeluh kesah. Intinya kalau udah bersyukur, pasti nanti ga akan ngeluh.Setiap kejadian yang kita alami pasti ada hikmahnya, betul? jadi yaa mari belajar untuk berhenti mengeluh.
3. Khatam Al Qur'an (lagi) selama Ramadhan
A piece of Self Denial:
Dulu, waktu masih kuliah selalu puasa full libur 1 bulan di rumah. Jadi masih bisa fokus untuk ibadah, baca Al Qur'an setiap habis sholat, dan target khatam 30 jus dalam Bulan Ramadhan alhamdulillah bisa tercapai. Tapi sekarang? |
Ah, alasan Yos. Lu aja bisa baca twitter dan Timeline setiap menit. Masa gabisa luangin waktu buat baca Al-Qur'an habis sholat?? #Jleb | Oke, let's do it.
4. Memperbanyak amalan sunah dan taraweh full.
Paling engga sholat dhuha dan tahajud bisa dilaksanakan dengan teratur. Apalagi kalau sahur gaada salahnya sebelum itu tahajud dulu. Sungguh suasana malam yang memberikan ketenangan tiada tara bener2 mujarab buat memanjatkan do'a, apalagi di bulan Ramadhan ini, kan? Sholat dhuha juga untuk melancarkan rejeki dan jodoh ;D Yuk yuk Bismillah.
5. Berbagi
Berbagi ga harus materi. Berbagi cerita, ilmu, dan kebahagiaan misalnya. Dengan menyenangkan orang lain dengan ikhlas dan ga bermaksud ria' itu udah bisa kasih pahala ke kita. Jadi gue pingin belajar untuk selalu  berbagi apapun itu ujudnya. Intinya, jangan pernah pelit buat berbagi, apapun yang kita miliki. Kalau orang lain bahagia, sungguh kita akan lebih berlipat lipat bahagianya. Karena berbagi, gaakan pernah rugi ;)

Yah, paling engga 5 poin itu dulu deh resolusi Ramadhan tahun ini. Yah, intinya mah NIAT tulus dan bersungguh sungguh biar bisa reach the target. insya Allah kalau udah niat, semuanya dimudahkan.

Well, ini resolusiku. Apa resolusimu? :D


Finally, Let me say:
---Marhaban Yaa Ramadhan..^^
Maaf Lahir Batin ---


Selasa, 09 Juli 2013

Dear you..

Dear You....

You’re one of the people I adore. You make my mood boost up when I see your awesome performance. You give a tons of spirit when I hear your great voice.

Now, the situations will be different. It will be so hard for me, and people around . But there’s a part when I could not interfere your personal problem. If you think its time to  go, then just let go. There’s no point in looking back. We cannot change the past. We can only accept the change and move forward. Just see your future and make it better.

I really apologize for all my mistakes. Maybe I do a thing or say a word that hurt you. Really I don’t mean like that. Also sorry for can not being a good friends. I just learned from everything I’ve done, to make it better everyday :)
 I always pray the best for you, with your new day, new part, and new world. I’m sure that God have another plans, another great plans that change your life better. 

Remember that God would never take something away from you without the intention of replacing it with something much better ;)

Keep spread your love and spirit to the people around, with your word, with your voice   It’ll means a lot for them. Keep singing because you’re awesome in it. Keep create something new that makes people will always remember you.

Good luck there. Thanks for the memories that never be forgotten. 

I’ll never stop for misiing you :’)

NB:
Dear you..
You know who you are :')